Roofing Skip to main content

Roofing

Tipe Roofing antara lain:

1. Polycarbonate
1A. Multiwall

Keuntungan:
- mengurangi panas tanpa mengorbankan transmisi cahaya
- menyerap hampir 100% radiasi sinar matahari UV
- pencahayaan alami, listrik, dan hemat energi
- 250 kali lebih keras dari kaca dan 20 kali lebih kuat dari akrilik
- sangat ringan, sangat kuat, dan bisa dipecahkan
- tahan suhu mencapai dari -20 celcius hingga 120 celcius
- resistensi impact yang unggul
- sifat isolasi yang lebih baik
- mengurangi konsumsi energi dan jejak karbon suatu bangunan

Aplikasi:
- atap transparan untuk pusat perbelanjaan, terminal bus / kereta api dan aula olahraga
- menampilkan papan iklan, signage
- skylight
- greenhouse
- penutup kolam renang
- partisi
- panel insulasi panas atau suara
- kanopi, gazebo, pergola, carport
- papan
- plafon
- lantai efek khusus
contoh: Solar Dryer Dome

1B. Solid
Keuntungan
- jernih seperti kaca
- 250 kali lebih kuat dari kaca dan 20 kali lebih kuat dari akrilik
- permukaan rata dan halus
- anti bocor dalam pemasangan yang benar
- resistensi dampak tinggi dan hampir tidak bisa dipecahkan
- fleksibel dan mudah ditangani dan dipasang
- sedikit dukungan struktural yang diperlukan karena fitur yang ringan
- terlindung dari UV dan tahan cuaca
- isolasi akustik

Aplikasi
- atap transparan, kanopi, langit-langit, dan kubah
- bangunan rumah kaca
- penutup jalan raya untuk tujuan kedap suara
- kaca utilitas publik dan partisi
- kaca pengaman dan keamanan
- perisai kerusuhan
- penjaga mesin
- signage, lampu, dan lampu neon
- thermoforming dan fabrikasi

1C. Corugated 
Keuntungan:
- 250 kali lebih keras dari kaca dan 20 kali lebih kuat dari akrilik
- mengurangi panas tanpa mengorbankan transmisi cahaya
- pencahayaan alami, listrik, dan hemat energi
- resistensi dampak tinggi dan hampir tidak bisa dipecahkan
- tahan suhu mencapai dari -20 celcius hingga 120 celcius
- ramah lingkungan
- sejelas kaca

Aplikasi:
- penutup kolam renang
- atap transparan, kanopi, gazebo, dan carport
- bangunan rumah kaca
- cladding
- skylight
- teras
- struktur industri
- sky roofing

1D. Corugated Multiwall
Keuntungan:
- resistensi benturan yang sangat baik
- kekakuan superior
- penahan panas
- isolasi suara
- ringan
- biaya perawatan yang rendah
- memadamkan diri

- ramah lingkungan

Aplikasi:
- walkway
- skylight
- greenhouse
- kanopi
- carport



2. Vinyl dan Vinyl Compound
2A. Solid


2B. Corrugated



2C. Corrugated Multiwall

Keuntungan
- dapat memadamkan api sendiri
- tahan kimia yang sangat baik
- superior terhadap benturan
- sistem interlocking yang kuat
- jalur air yang lebih luas
- ramah lingkungan
- tahan pudar
- biaya perawatan yang rendah
- isolasi suara

Aplikasi
- pabrik kimia
- teras, kanopi, dan awning
- gudang kimia
- teras mobil
- peternakan hewan dan ikan
- gang
- pusat layanan mobil
- rumah kaca


3. Fiber Reinforced Polyester
3.1 Corrugated Alsynite
Keuntungan
- karakteristik pelapukan jangka panjang yang sangat baik
- teknologi permukaan non delaminasi
- tahan terhadap degradasi dan embrittlement
- ketahanan erosi permukaan yang luar biasa
- tahan terhadap bahan kimia biasa
- superior terhadap sifat cahaya terdifusi jangka panjang
- reduksi panas matahari jangka panjang yang unggul
- memberikan biaya energi penghematan subtansial

Aplikasi
- skylight industri dan komersial
- membangun sidings langit-langit
- area pembibitan dan ritel
- tempat olahraga dan skylight pusat perbelanjaan
- diffuser cahaya
- setiap bangunan atau struktur yang membutuhkan cahaya menyebar dengan transmisi - - - panas minimum

Comments

Popular posts from this blog

Metode Hydraulic Static Pile Driver (HSPD)

Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) adalah suatu sistem pemancangan pondasi tiang yang dilakukan dengan Cara menekan tiang pancang masuk ke dalam tanah denganmenggunakan dongkrak hidraulis yang diberi beban berupa counterweight. Pada proses pemancangan tiang dengan menggunakan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran serta Gaya tekan dongkrak hidraulis langsung dapat dibaca melalui sebuah manometer sehingga besarnya Gaya tekan tiang setiap mencapai kedalaman tertentu dapat diketahui. Kapasitas alat pemancangan HSPD ini ada bermacam tipe yaitu 120 Ton, 320 Ton, 450 Ton, pemilihan alat disesuaikan dengan desain load / beban rencana tiang pancang. Untuk menghindari terjadinya penyimpangan prosedur kerja yang tak terkendali, maka prosedur kerja harus diikuti secara cermat. Oleh karena itu, segala perubahan atau penyesuaian yang dilakukan sebagai antisipasi atas kondisi lapangan hanya boleh dilaksanakan atas petunjuk dari site manager dan dengan persetuj...

Profil Aluminium

(Lanjutan dari Kusen Aluminium) Bahan konstruksi aluminium tersebut antara lain : - berbentuk batangan dengan berbagai macam profil penampang. Setiap batangnya tersedia dengan panjang 6 meter, bentuk dan ukuran profil sangat bervariasi sesuai dengan kegunaannya dalam konstruksi  - berbentuk pita/pelat tipis dengan lebar tertentu ( missal ± 30 mm ) tersedia dalam bentuk gulungan ( rol ), biasanya untuk bahan awning dan krei. - bentuk-bentuk profil khusus seperti Handle daun pintu dan profil profil khusus lainnya. Berikut ini contoh-contoh bentuk profil penampang batang aluminium secara umum untuk berbagai jenis konstruksi ( khusus untuk kusen dan rangka daun pintu jendela) Contoh Jenis Kusen Aluminium yang umum dipasaran: Open back, ini adalah profil kusen aluminium yang banyak digunakan untuk pintu. Profil ini biasa diletakkan di tepi dinding untuk kusen pintu. Openback mempunyai salah satu bagian sisi yang terbuka, sisi yang terbuka ini ...

Pembongkaran / Pelepasan Bekisting / Formwork Removal

Pembongkaran bekisting beton yang disebut juga dengan strike-off atau removal formwork harus dilakukan hanya setelah beton memperoleh kekuatan yang cukup, paling sedikit dua kali tegangan yang mungkin dialami beton ketika bekisting dilepas. Penting juga untuk memastikan stabilitas bekisting yang tersisa selama pelepasan bekisting. Perhitungan Waktu Pembongkaran Bekisting yang Aman Untuk melanjutkan kegiatan konstruksi dengan lebih cepat, penting untuk menghitung perilaku struktur di bawahnya yaitu beban sendiri dan beban konstruksi. Jika hal ini dapat dilakukan dan komponen struktur dinyatakan aman, bekisting dapat dilepas. Jika perhitungan ini tidak memungkinkan, maka rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung waktu pukulan bekisting yang aman, yaitu: Rumus ini diberikan oleh Harrison (1995) yang menjelaskan secara rinci latar belakang penentuan waktu pemindahan bekisting. Cara lain untuk menentukan kekuatan struktur beton adalah dengan melakukan uji tak merusak pada komponen stru...

Base Course dan Sub Base Pada Perkerasan Jalan

Basecourse  adalah material urug yang paling baik untuk pekerjaan pengurugan baik itu jalan maupun bangunan. Karena dihasilkan dari batuan alam/batu gunung yang dihancurkan oleh mesin pemecah Batu / stone crusher, umum nya Basecourse/Beskos Terdiri dari Agregat/Batu Split (Batu Agregate Type 1/2, 2/3, 3/5), Batu Screening( Batuan ukuran 5-10 m ), dan Abu Batu. Gambar diatas adalah lapisan dalam konstruksi perkerasan tanpa mortar: A. Subgrade B. Subbase C. Base course D. Paver base as binder course E. Pavers as wearing course F. Fine-grained sand Perbedaan Base Course dan Subbase Course Dalam struktur perkerasan jalan dikenal beberapa lapisan, dua di antaranya adalah base course dan subbase course. Ini penjelasan lengkapnya terjadi dalam bentuk tabel di bawah: a. Definisi - Base course adalah lapisan perkerasan jalan yang disebut juga lapis pondasi atas, letaknya di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan jalan. - Subbase Course adalah lapisan perkerasan perkerasan jalan ya...

LiDAR

LiDAR (Light Detection and Ranging) atau cahaya pendeteksi dan jangkauan, adalah metode penginderaan jauh yang populer digunakan untuk mengukur jarak yang tepat dari suatu objek di permukaan bumi. Meskipun pertama kali digunakan pada 1960-an ketika pemindai laser dipasang ke pesawat terbang, LiDAR tidak mendapatkan popularitas yang layak sampai dua puluh tahun kemudian. Baru pada tahun 1980-an setelah pengenalan GPS, GPS menjadi metode yang populer untuk menghitung pengukuran geospasial yang akurat. Sekarang cakupannya telah menyebar ke berbagai bidang. Teknologi LiDAR Menurut American Geoscience Institute, LiDAR menggunakan laser berdenyut untuk menghitung jarak variabel suatu objek dari permukaan bumi. Pulsa cahaya ini digabungkan dengan informasi yang dikumpulkan oleh sistem udara sehingga menghasilkan informasi 3D yang akurat tentang permukaan bumi dan objek target. Ada lima komponen utama instrumen LiDAR yaitu sensor LiDAR, Global Positioning System (GPS), Inertial Measuring Unit ...

Penentuan Berat Hammer untuk Tiang Pancang

Lanjutan dari Pondasi Tiang Pancang dengan Drop Hammer Hal yang perlu diperhatikan untuk penentuan berat Hammer: 1) Untuk tiang pancang beton precast yang berat ke dalam lapisan tanah yang padat seperti pada stiff clay, compact gravel dan sebagainya maka akan sesuai bila dipilih alat pancang yang mempunyai : - Berat penumbuk (hammer) yang besar. - Tinggi jatuh pendek. - Kecepatan hammer yang rendah pada saat hammer menimpa tiang pancang. Type alat pancang yang sesuai dengan pekerjaan ini adalah type Single – Acting Hammer. Dengan keadaan alat pancang tersebut akan diperoleh lebih banyak energi yang disalurkan pada penurunan tiang pancang dan mengurangi kerusakan-kerusakan pada kepala tiang pancang akibat pemancangan.  2) Untuk tiang pancang yang ringan atau tiang pipa dan baja yang berbentuk pipa tipis sering terjadi pipa tersebut rusak sebelum mencapai kedalaman yang direncankan sehingga pada tanah padat akan sesuai bila dipergunakan alat pancang yang me...

Tipe Abutment pada Jembatan

Struktur jembatan terbagi atas dua bagian penting yaitu bagian atas jembatan dan bagian bawah jembatan. Struktur bagian atas jembatan memikul langsung beban-beban lalu lintas yang berada di atasnya sedangkan bagian bawah jembatan memikul beban struktur bagian atas jembatan dan meneruskannya ke lapisan tanah keras. Salah satu struktur bagian bawah jembatan adalah abutment jembatan. Abutment bekerja dengan menerima beban-beban yang berasal dari bangunan atasnya dan kemudian menyalurkan beban-beban yang diterimanya tersebut ke pondasi. Selanjutnya pondasi yang juga berfungsi sebagai penahan tanah akan meneruskan beban tersebut ke tanah dengan aman sehingga kestabilan tanah terjaga. Ada beberapa jenis beban yang akan diterima oleh abutment. Beban-beban tersebut antara lain adalah: Beban mati, yakni beban elemen-elemen konstruksi yang didirikan (jembatan atau tembok tanggul air). Beban hidup, beban hidup merupakan elemen-elemen yang bergerak seperti kendaraan, manusia, terpaan angin, atau...