Dark Specialist D's Note Skip to main content

Posts

Showing posts with the label besi

Bestat Besi Tulangan

Dalam membuat struktur beton bertulang sebelumnya dihtung terlebih dahulu bahan bangunan yang dibutuhkan yaitu besi dan beton, dalam menghitung besi dilakukan pembuatan bestat sehingga dapat diketahui jumlah yang perlu didatangkan dalam satuan meter panjang atau kilogram (kg). Langkah Pembuatan Bestat Berikut langka membuat bestat besi tulangan. 1. Pahami Gambar Shop Drawing Sebelum membuat bestat besi maka pahami terlebih dahulu gambar shopdrawingnya, termasuk Standar Standar Kait, Standar Laping. Biasanya di shopdrawing sudah tersedia, jika belum tersedia bisa lihat standar SNI. 2. Siapkan Format Bestat Besi  Siapkan format bestat besinya untuk memindahkan pembesian pada shopdrawing ke format excel. Proses ini untuk lebih mendetailkan lagi pembesiannya. Banyak format bestat besi ini yang digunakan, bahkan setiap perusahan kontrakor biasanya memiliki format bestat besi yang berbeda. 3. Masukan Detail Pembesian Ke Format Bestat Besi Masukan detail pembesian dari shopdrawing ke Format E

Perbandingan Sambungan Besi Beton / Rebar

  Sebagian besar struktur beton bertulang tidak akan dilengkapi dengan batang tulangan panjang penuh. Pembuatan dan pengangkutan batang panjang sulit, yang membatasi penggunaan batang tulangan panjang penuh. Cara yang digunakan untuk menyambung tulangan agar gaya dapat dipindahkan secara efektif dari satu batang ke batang lainnya disebut penyambungan. Integritas struktur beton tergantung pada penyambungan tulangan yang tepat. Lapping rebars telah lama dianggap sebagai metode penyambungan yang efektif dan ekonomis, Tetapi sambungan lap tidak selalu merupakan solusi yang tepat untuk menghubungkan tulangan. Desain beton yang lebih menuntut saat ini memaksa para insinyur untuk mempertimbangkan alternatif sambungan lap konvensional yang merupakan sambungan mekanis atau skrup rebar. Metode Penyambungan Tulangan Berikut adalah beberapa cara penyambungan tulangan Sambungan Lap Sambungan Mekanik Sambungan Las a. Sambungan Lap Sambungan lap adalah metode sederhana yang digunakan untuk menyambung

Tipe Tulangan untuk Beton Bertulang

Ada berbagai bentuk tulangan baja yang tersedia di pasar untuk konstruksi seperti batang tulangan, kawat prategang, baja canai/rolled dan baja ringan adalah bentuk baja utama yang umumnya digunakan dalam konstruksi bangunan. Batang baja telah tersedia dalam berbagai bentuk dan kekuatan. Batang baja ini memiliki kekuatan tarik tertentu, digunakan untuk memperkuat beton untuk mengembangkan kekuatan ikatan yang baik dengan beton, dan juga digunakan untuk pembuatan kisi-kisi, gerbang, dll. Jenis baja tulangan yang tersedia di pasaran adalah mild steel, baja tor, TMT bar, dll. Jenis tulangan berikut ini biasanya digunakan sebagai baja beton bertulang untuk konstruksi. 1. Baja Hot Rolled Ada empat jenis baja hot rolled di pasaran. Jenis pertama adalah mild steel bar (MS bar) yang diproduksi secara tradisional dengan rolling panas. Batang-batang tersebut dihot rolled dan berbentuk bulat dengan permukaan yang halus. Batang ini juga disebut tulangan polos. Mild steel bar tersedia dalam dua grad

Rasio Beton dan Besi

Rasio Beton (n) adalah sebagai berikut: - Plat 0,12 - Kolom 0,07 - 0,08 - Balok 0,1 - Total 0,3 - Konstruksi Khusus 0,4 Beton (m3) = Luas (m2)* n (m) Rasio Besi (m) adalah sebagai berikut: - Kolom 150 - 200 kg/m3 - Balok 100 - 150 kg/m3 - Pelat = 80 - 100 kg/m3 - Pilecap = 80 -120 kg/m3 - Raft = 90 - 120 kg/m3 Rasio hanya sebagai referensi, nilai tidak mutlak

Metode Pelaksanaan Perkerasan Kaku

Perkerasan kaku merupakan jalan dengan konstruksi beton bertulang. Biasanya digunakan pada jalan yang dilewati oleh kendaraan berat. Memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding jalan dengan aspal. Konstruksi pekerasan kaku terdiri dari 2 yaitu - Struktur perkerasan beton semen - Lapisan peredam retak dengan lapisan tambahan Tipikal Struktur Perkerasan Beton Semen Lapisan Peredam Retak Pada Sistem Pelapisan Tambahan ALAT dan BAHAN YANG DIPERGUNAKAN Alat utama yang dipergunakan adalah concrete paver. Ada banyak jenis alat paver sesuai dengan perkembangan teknologi, alat ini pun berkembang semakin canggih dan serba otomatis, namun juga menuntut keterampilan yang tinggi bagi operator-operatornya, maupun tim kerja yang ada. Demikian juga dengan jenis beton yang harus disediakan agak berbeda dengan metode terdahulu. Beton yang digunakan harus sangat diperhatikan penanganannya untuk alat-alat yang modern tersebut. Masing-masing alat tersebut mempunyai kelebihan dan kekura

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting Secara Umum

Dalam proyek pembangunan, khususnya proyek pembangunan berskala besar, ada banyak tahapan pengerjaan yang perlu diperhatikan. Setiap tahapan memegang peranan penting dan saling mendukung dengan tahapan lainnya. Kesalahan dalam satu tahapan dapat berakibat buruk bagi tahapan selanjutnya. Kualitas bangunan pun akan terpengaruh. Nah, salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan adalah tahapan bekisting beton bertulang. Tahapan bekisting beton bertulang ini memiliki 5 alur kerja yang sangat penting untuk dipahami. Dengan memahami dan mengikuti alur kerjanya dengan tepat, maka proses pembangunan yang berkualitas akan didapat. Berikut ini alur pengerjaan bekisting beton bertulang selengkapnya. Perencanaan Bekisting Beton Bertulang Dalam perencanaan ini perlu dipelajari terlebih dahulu mengenai struktur bangunan yang hendak dikerjakan. Periksalah dengan cermat desain struktur, mekanikal elektrikal dan arsitektur. Jika diperlukan, lakukan perubahan atau penyesuaian yang dibut

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Tulangan Struktur

Secara umum, pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur. Pekerjaan ini memegang peranan penting dari aspek kualitas pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan penting dalam kekuatan struktur gedung. Berikut adalah metode pelaksanaan pekerjaan pembesian mulai dari tahap penyimpanan hingga pemasangan tulangan. Pengadaan Material Baja Tulangan Material yang digunakan untuk pekerjaan pembesian gedung pada umumnya adalah baja tulangan ulir. Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan. Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk, dan tes tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap beberapa ton baja ntuk masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter. Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai,