Dark Specialist D's Note Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2022

Arsitektur Metafora

Arsitektur Metafora merupakan gaya arsitektur yang mengambil bentuk dari kiasan atau perumpamaan dari sesuatu. Banyak arsitek jaman milenial yang mengambil langgam arsitektur metafora karena lebih mudah mengkomunikasikannya dengan klien. Mengambil konsep dari benda nyata atau nilai yang sudah umum dikenal masyarakat dirasa lebih sederhana dan masuk akal bagi klien. Pemakaian ide untuk memasukkan unsur metafora pada bidang konstruksi mendorong makin luasnya keilmuan arsitektur. Beberapa pihak berpendapat bahwa yang lebih penting dalam bangunan metafora adalah gagasan yang coba disampaikan, bukan bangunannya. Gaya bangunan metafora mulai dikembangkan di Eropa pada pertengahan abad 20. Beberapa pihak mengaitkan kemunculan bangunan metafora sebagai salah satu efek perkembangan pemikiran postmodernisme. Ciri-ciri Arsitektur Metafora Bangunan metafora digunakan untuk menjadi medium pemindahan informasi, pesan atau gagasan. Penyampaian informasi, pesan atau gagasan dibuat berdasarkan prinsip

Sanitasi Perumahan

Sanitasi adalah bagian dari system pembuangan air limbah, yang khususnya menyangkut pembuangan air kotor dari rumah tangga, dapat juga dari sisa-sisa proses industry, pertanian, peternakan dan rumah sakit (sector kesehatan). Sanitasi juga merupakan suatu usaha untuk memberikan fasilitas di dalam rumah yang dapat menjamin agar rumah selalu bersih dan sehat. Tentunya ditunjang penyediaan air bersih yang cukup, dan pembuangan air kotoran yang lancar. Berikut manfaat sanitasi yang baik untuk kesehatan: Mengurangi penyebaran infeksi cacing usus yang merupakan salah satu penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat di negara-negara tropis seperti Indonesia Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara keseluruhan Menaikkan angka kehadiran anak-anak di sekolah karena mereka bebas dari penyakit menular Menjamin ketersediaan air bersih dan tidak tercemar limbah 5 Pilar STBM Dalam Permenkes 3/2014 tentang STBM tersebut, pemerintah menyatakan ada 5 pilar

Arsitektur Neo Vernakular

Pengertian Arsitektur Neo Vernakular Arsitektur Neo-Vernakular merupakan suatu paham dari aliran Arsitektur Post-Modern yang lahir sebagai respon dan kritik atas modernisme yang mengutamakan nilai rasionalisme dan fungsionalisme yang dipengaruhi perkembangan teknologi industri. Arsitektur Neo-Vernakular merupakan arsitektur yang konsepnya pada prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah normative, kosmologis, peran serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara bangunan, alam, dan lingkungan. Arsitektur neo-vernakular, tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern tapi juga elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain. Bangunan adalah sebuah kebudayaan seni yang terdiri dalam pengulangan dari jumlah tipe-tipe yang terbatas dan dalam penyesuaiannya terhadap iklim lokal, material dan adat istiadat. Pengertian Arsitektur Vernakular sering disamakan dengan Arsitektur Tradisional. Joseph Pri

Beban Pada Abutment

(lanjutan dari Pemilihan Tipe Abutmen) Beban mungkin terjadi pada abutment yang harus diperhitungkan secara menyeluruh dalam desain. Beberapa beban tersebut adalah sebagai berikut; A. Beban Tanah / Soil Loading Timbunan tanah yang tertahan di bagian belakang abutmen memberikan tekanan tanah seperti pada umumnya untuk dinding penahan tanah. Ini mungkin disertai dengan tekanan hidrostatik air jika drainase yang memadai tidak disediakan di bagian belakang dinding. Dalam situasi di mana dinding dapat bergerak dengan cara dimiringkan atau digeser dan timbunan adalah material granular yang mengalir bebas, tekanan aktif diasumsikan. B. Beban Kendaraan (Surcharge) Dalam kasus yang paling sederhana, misalnya beban terdistribusi (q dalam kN/m2) di permukaan tanah, seperti beban HA, tegangan tambahan yang sama dengan  K a q  dapat ditambahkan ke tekanan tanah yang diasumsikan di bagian belakang abutment. Untuk desain jembatan jalan raya sering digunakan biaya tambahan beban hidup sebesar 10 kN/m2

Kolam Retensi / Retarding Basin

  Kolam retensi adalah kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan sementara waktu dengan memberikan kesempatan untuk dapat meresap kedalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air. Konsep dasar dari kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang, kemudian secara perlahan lahan mengalirkannya ketika debit di sungai sudah kembali normal. Secara spesifik kolam retensi akan memangkas besarnya puncak banjir yang ada di sungai, sehingga potensi overtopping yang mengakibatkan kegagalan tanggul dan luapan sungai tereduksi. Fungsi  utama kolam retensi  sebagai  pengendali  banjir, namun manfaat lain yang bisa diperoleh dari kolam retensi adalah sebagai sarana pariwisata air dan sebagai konservasi air , karena mampu meningkatkan cadangan air tanah setempat. Berdasarkan lokasinya, kolam retensi terbagi dua yaitu: A. Kolam Retensi yang berada di samping badan sungai. Prinsip yang dipakai dalam pembangunannya harus tersedia lah

Teknik Identifikasi Tanah Ekspansif

  (lanjutan dari Tanah Ekspansif) Tanah ekspansif dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada struktur dan pondasi teknik sipil. Hal ini disebabkan oleh tekanan pembengkakan yang tinggi yang mereka berikan pada fondasi saat mereka menyerap air. Selain itu, penyusutan tinggi pada pengeringan juga dapat mempengaruhi pondasi secara negatif. Metode untuk menentukan potensi mengembang tanah ekspansif secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis. Kategori pertama terutama melibatkan pengukuran sifat fisik tanah, seperti batas Atterberg, free swell, dan perubahan volume potensial. Kategori kedua meliputi pengukuran sifat mineralogi dan kimia tanah, seperti kandungan tanah liat, kapasitas tukar kation, dan luas permukaan spesifik. Identifikasi Tanah Ekspansi Berdasarkan Sifat Fisik a. Metode Berdasarkan Plastisitas Tanah ekspansif dapat diidentifikasi dengan menggunakan batas Atterberg. Indeks Plastisitas (PI) dan Indeks Likuiditas (LI), adalah dua indeks berdasarkan batas Atterberg. Salah

Tanah Ekspansif

Tanah Ekspansif adalah sebuah tanah atau batuan yang mana kandungan lempungnya dapat mengalami kembang susut yang diakibatkan oleh perubahan kadar air sehingga berdampak pada perubahan volume tanah. Tanah ekspansif juga sangat berisiko pada konstruksi vertikal seperti dinding penahan tanah (Retaining Wall) dan basement, dimana jika kadar air dalam tanah tinggi maka akan mengurangi kekuatan daya dukung tanah sehingga dapat menyebabkan tekanan tanah lateral/tekanan tanah aktif menjadi tinggi yang berakibat pada keruntuhan bangunan penahan tanah.  Pembentukan Tanah Ekspansif Batuan induk dari tanah ekspansif adalah basalt, batuan beku dalam yang bersifat mafik hingga intermediet, lumpur, serpih, dan aluvial yang berasal dari lapukan batuan sebelumnya. Tanah ekspansif umumnya terjadi pada slope bagian bawah suatu dataran alluvial. Letak ini kemungkinan berkaitan dengan "teras gravel" yang berumur Tersier. Kandungan lempung tanah ekspansif berada pada nilai 30-90% dan pada umumnya

PPH Jasa Konstruksi 2022

Pemerintah telah menetapkan tarif baru PPh final jasa konstruksi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2022. Pasal ini merupakan perubahan kedua atas  Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi.  Ada sejumlah perubahan diantaranya klasifikasi, cakupan jasa konstruksi, serta tarif Pajak Penghasilan (PPh) final yang dikenakan. Selain itu, batas waktu pengenaan PPh final jasa konstruksi pun dibatasi hanya menjadi tiga tahun.  Tarif Baru PPh Final Jasa Konstruksi PPh final jasa konstruksi berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 2022 yang diundangkan pada Februari 2022 membatasi pengenaan PPh final bagi usaha jasa konstruksi hanya selama tiga tahun. Batasan waktu ini berlaku sejak Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022 diundangkan. Namun, hal ini berlaku hanya bagi kontrak yang diundangkan setelah tanggal pengundangan tersebut. Sebelumnya, dalam PPh final jasa konstruksi diatur dalam Pasal 2 PP Nomor 51 Tahun 2008.  Perubahan

Struktur Baja (part 6) Metode Ereksi Baja Konstruksi

Urutan dan metode ereksi struktur baja umumnya tergantung pada tata letak dan susunan komponen struktural. Ereksi struktur baja melibatkan pemasangan di tempat dari anggota baja ke dalam rangka. Mengangkat dan memposisikan masing-masing komponen ke posisinya, lalu menyatukannya, semuanya adalah bagian dari proses. Bolting adalah metode yang paling umum, namun, juga bisa melalui pengelasan.  Secara umum, ereksi struktur baja terutama terdiri dari empat tugas: Pastikan pondasi sesuai dan aman sebelum memulai proses ereksi. Umumnya, crane digunakan untuk mengangkat dan menempatkan komponen pada tempatnya, namun jacking juga digunakan. Sambungan yang dibaut dapat digunakan untuk mengamankan komponen pada tempatnya, tetapi sambungan tersebut tidak akan dikencangkan sepenuhnya. Demikian pula, penyangga mungkin tidak sepenuhnya aman. Menyelaraskan bangunan, terutama dengan memastikan bahwa dasar kolom dilapisi dan rata, dan bahwa kolom/penopang baja tegak lurus. Untuk memungkinkan penyetelan