Dark Specialist D's Note Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2022

Klasifikasi atau Jenis Golongan Galian A, B, dan C

Bahan galian juga dikenal sebagai bahan- bahan hasil dari pertambangan yang diperoleh dengan cara pelepasan dari batuan induknya yang berada di dalam kerak Bumi. Bahan- bahan galian ini biasanya terdiri dari berbagai jenis mineral. Mineral sendiri merupakan bahan kandungan yang ada di dalam kerak Bumi yang bisa berupa benda padat, cair maupun gas. Mineral ini terbentuk dari material- material yang homogen, yang terbentuk di dalam kerak Bumi secara alami dari bahan- bahan yang anorganis namun memiliki komposisi kimia tertentu dengan struktur atom dan sifat fisik yang sama. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan galian hasil tambang. Bahan galian dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis bahan galian dibedakan menjadi tiga yaitu bahan galian a, b, dan c. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan Pasal 3 ayat 1:  Bahan-bahan galian dibagi atas tiga golongan:  Golongan bahan galian strategis  Golongan bahan galian vit

Jenis Tendon pada Beton Prategang

  (lanjutan dari Balok Pre-stressd / Prategang) Beton prategang adalah jenis beton bertulang khusus. Beton cenderung retak ketika mengalami tegangan tarik. Prategang memerlukan penerapan beban tekan awal pada struktur, untuk mengurangi atau menghilangkan tegangan tarik internal dan, akibatnya, mengendalikan atau menghilangkan retak. Dengan bekerja pada beton, tulangan baja tegangan tinggi (tendon) menerapkan dan mempertahankan beban tekan awal. Jenis dasar prategang dan komponen prategang dibahas dalam artikel ini termasuk kawat, untai, dan tendon baja tulangan, yang digunakan untuk prategang beton. Jenis Baja Prategang Baja kekuatan tinggi biasanya digunakan sebagai tendon dalam konstruksi beton pratekan dan tersedia dalam tiga tipe dasar yaitu; a. Cold-drawn stress-relieved round wire Secara umum, kawat yang dimaksudkan untuk pra-atau pasca-tarik disebut sebagai tendon. Kabel berbentuk bulat, ditarik dingin, bagian baja padat yang memiliki diameter biasanya antara 2,5 dan 12,5 mm.  H

Infinity Pool

  Kolam infinity adalah tren desain di abad ke-21 karena keindahan dan keanggunannya yang murni. Namun, infinity pool sering disamakan dengan overflow pool atau deck level pool, jadi artikel ini untuk menjelaskan perbedaan dalam desain dan konstruksinya dan apa yang membuat infinity pool menarik untuk dibahas. Infinity pool adalah kolam renang yang beberapa atau keseluruhan bagian tepinya didesain untuk terlihat menyatu dengan volume air di kolam. Jadi, mata yang memandang akan menangkap satu efek visual yakni tidak ada batas tepi dari konstruksi kolam ini. Karena efek visual ‘tiadanya tepi‘ tersebut, kolam ini punya beberapa sebutan yakni infinity edge pool atau zero edge pool. Desain semacam ini jamak diaplikasikan pada bangunan-bangunan yang memiliki pemandangan natural menarik sampai pemandangan indah dari gedung-gedung bertingkat. Hotel, resort, hunian, dan bangunan-bangunan mewah sejenis merupakan contoh dari bangunan yang banyak menerapkan konstruksi ini. Satu hal yang unik, ket

Desain Rumah Tahan Gempa

Dalam banyak kasus gempa berkekuatan besar, beberapa rumah dan bangunan mengalami kerusakan mulai dari retak hingga ambruk. Biasanya kerusakan struktural bangunan terjadi jika kekuatan gempa bermagnitudo 5,0. Sementara itu, rumah ambruk disebabkan oleh bagian-bagian bangunan tidak mampu untuk bekerja sebagai sistem dalam menahan gaya lateral. Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas. Koneksi elemen bangunan yang tidak tepat pun meningkatkan risiko rusaknya bangunan. Begitu pula dengan kualitas pengerjaan serta material yang berpengaruh pada kekuatan rumah. Prinsip Desain Bangunan Tahan Gempa Agar bangunan tetap kuat ketika gempa menyerang, prinsip-prinsip desain berikut bisa diterapkan. a. Struktur Bangunan Ringan dan Kuat Bangunan kuat dan ringan yang bisa terbuat dari logam atau pun kayu bisa dibilang lebih baik dalam menghadapi gempa dibandingkan dengan bangunan dengan b

Floating House

  Dalam dunia rekayasa pondasi, istilah "floating" digunakan ketika beban pada struktur sama dengan atau lebih kecil dari tanah yang dipindahkan oleh pondasi sehingga tanah tidak mengalami beban tambahan apapun. Setelah sukses “menjajah” angkasa dengan beragam model bangunan pencakar langit (vertical living concept), manusia sudah saatnya mengoptimalkan perairan sebagai lahan terbuka yang menjanjikan. Salah satunya adalah Floating House atau Rumah Apung. Bangunan terapung membutuhkan variasi bahan baku yang lebih mahal dan teknik konstruksi yang canggih. Bangunan ini juga membutuhkan mesin berteknologi tinggi yang lebih mahal. Selain itu dibutuhkan tenaga kerja terampil yang tentu lebih mahal. Rumah terapung mirip dengan bangunan konvensional dan sering dianggap sebagai bangunan yang dibangun di atas air sehingga beban strukturnya sama atau lebih kecil dari gaya angkat air sehingga memungkinkan rumah tetap mengapung di air. Tipe Floating House Terdapat dua tipe floating house

Pemasangan Panel Lantai AAC

Hal hal yang perlu diperhatikan pada saat pembuatan pembalokan untuk penopang panel lantai adalah rencana struktur sebaiknya sudah harus ada pada saat pembuatan denah lantai pertama. Perencanaan ruangan-ruangan diatas panel lantai AAC harus di kompromikan dengan ruangan-ruangan dalam lantai satu, begitu pula sebaliknya. Perencanaan ini merupakan suatu proses merajut denah agar terbentuk banyak kesegarisan antara sisi dinding ruangan-rungan di lantai 1 dan ruangan-rungan di lantai dua yang menggunakan panel lantai. Di karenakan bagian ujung panel lantai bertumpu pada ring balok yang terdapat struktur dinding di bawahnya. Untuk pemasangan panel lantai ini dapat menggunakan konstruksi ring balok dengan beton bertulang cor konvensional, tetapi opsi ini harus lebih diperhatikan pada kerataan permukaan ring balok tersebut. Jika didapati permukaan yang tidak rata, disarankan untuk melakukan pemberian mortar atau adukan semen dan pasir di atasnya. Selain ring balok beton, juga dapat menggunaka

Jenis Semen

Semen merupakan salah satu bahan utama dalam konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai perekat, yaitu material yang dapat mengikat bahan-bahan padat menjadi suatu kesatuan yang kuat. Semen portland atau portland cement adalah jenis semen yang paling umum digunakan untuk bahan campuran beton, plester dinding, adukan encer, bahan penambal, dan lain sebagainya. Salah satu ciri khusus portland cement adalah dapat mengeras apabila bersentuhan dengan air dan berubah menjadi benda padat yang tidak larut dalam air. Inilah mengapa semen portland disebut sebagai perekat hidrolis. Bahan Baku Portland Cement Portland cement memiliki tekstur berupa serbuk halus, dihasilkan dengan cara menggiling terak/clinker yang mengandung senyawa kalsium silikat dan gypsum sebagai tambahan. Ada beberapa senyawa yang dibutuhkan dalam pembuatan porland cement, yaitu kalsium oksida (CaO), silikon oksida (SiO2), alumunium oksida (A12¬¬O3), dan oksida besi (Fe2O3). Senyawa-senyawa tersebut dapat diperoleh dari beber

General Lighting

Salah satu jenis pencahayaan yaitu general lighting. Pencahayaan jenis ini yaitu pencahayaan utama yang menjadi sumber penerangan dalam sebuah ruangan. General lighting ditempatkan pada satu titik lampu pada titik tengah ruangan. Bisa juga pada beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata. General lighting umumnya menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh. Pencahayaan jenis ini menggunakan lampu downlight atau lampu TL.  Karakteristik General Lighting Sebagai lampu penerangan utama di ruangan, jenis penerangan ini memiliki karakteristik umum seperti:  Tipe lampu warna terang. Sifat cahayanya menyebar dan lunak. Besaran daya yang disesuaikan dengan luas ruangan. Biasanya diletakkan pada titik pusat atau ruang tengah. Dapat dipasang di berbagai jenis ruangan. Memberikan tingkat pencahayaan yang beragam di ruangan Jenis Lampu General Lighting Dengan karakteristik lampu yang cahayanya menyebar dan lunak maka beberapa lampu berikut cocok untuk dijadikan general ligh

Pencahayaan

Cahaya menjadi faktor penting dalam sebuah ruangan. Namun tidak semua jenis pencahayaan bisa diterapkan di semua ruangan. Berbagai jenis pencahayaan dibedakan berdasarkan sumbernya dan intensitas cahayanya. Ada jenis lampu yang sedikit redup untuk memberikan kesan hangat. Namun ada juga lampu yang sangat terang untuk menerangi seluruh ruangan. Sumber pencahayaan tersebut digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan pada kondisi tertentu. Berikut sejumlah jenis pencahayaan yang dibedakan berdasarkan intensitas cahaya dan kebutuhannya. 1. General Lighting / Ambient Light General Lighting atau ambient lighting merupakan pencahayaan untuk keseluruhan ruangan. Pencahayaan jenis ini harus membuat penghuni melihat segala sesuatu di  ruangan dengan jelas—tanpa menafikan kenyamanan mata. General lighting dapat menggunakan lampu gantung, down light, chandelier, lampu langit-langit, dan lain-lain. Luas, warna, dan dekorasi ruangan akan memengaruhi intensitas cahaya yang diperlukan. Ada baiknya  mengguna