Basement Skip to main content

Basement

 
Basement adalah lantai bangunan yang sebagian atau seluruhnya berada di bawah permukaan tanah, baik itu satu atau lebih lantai. Umumnya, basement digunakan sebagai tempat parkir, ruang utilitas untuk sebuah bangunan, tempat menyimpan sistem penghangat atau pendingin ruangan, garasi, hingga gudang.
Sementara itu pada konstruksi rumah, basement makin banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti gudang penyimpanan, ruang kerja, ruang menyetrika, atau bahkan ruang hiburan dan ruang tidur. 

Fungsi Basement
Secara penggunaan bangunan, basement sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan adanya lantai atas atau rooftop pada sebuah bangunan yaitu sebagai ruang tambahan. Namun, dilihat dari strukturnya, basement memiliki fungsi lain yaitu: 
  • Memperdalam kedalaman dasar pondasi sehingga memberikan pengaruh terhadap kenaikan besarnya daya dukung tanah. 
  • Memperbesar stabilitas konstruksi gedung terhadap gaya geser atau gaya guling yang mungkin terjadi. 
  • Mengurangi penurunan bangunan karena dalam pembuatan basement akan dilakukan penggalian, dimana berat tanah yang digali sama dengan berat bangunan di atasnya,
Jenis Basement
Berikut adalah beberapa jenis Basement:
a. Walkout basement
Walk-out basement adalah ruang bawah tanah yang biasanya dimiliki rumah-rumah yang terletak di daerah landai. Dengan pembuatan walk out basement maka akan memungkinkan sebagian dari ruang basement dapat diakses dari luar rumah.
Sementara itu, bagian lain ruangan itu bisa juga diakses dari lantai rumah di atasnya. Ruangan ini biasanya difungsikan sebagai garasi, ruangan maintenance, atau bahkan ditempati sebagai kamar.

b. Walkup Basement
Jenis basement selanjutnya adalah tipe walk-up. Basement jenis ini memiliki akses keluar-masuk sendiri, berupa pintu dan tangga (tidak harus melalui bagian dalam rumah). Sayang, akses tangga untuk ruangan bawah tanah ini berisiko jadi licin dan lembap, bahkan tergenang air, terutama selama musim hujan.

c. Cellar
Cellar adalah jenis basement yang biasanya digunakan sebagai penyimpanan makanan atau minuman. Tujuan dibuatnya cellar agar seluruh makanan dan minuman yang disimpan di sini akan tetap awet karena memiliki temperatur yang konsisten sepanjang tahun. Cellar bukan ruangan yang bisa ditempati orang dalam keadaan berdiri dan biasanya bagian lantainya hanya berupa tanah.

d. Lookout Basement
Look-out basement memiliki dinding yang mencapai bagian lantai dasar rumah. Melalu desain ini, maka penghuni rumah yang berada di lantai bawah tanah tetap bisa mengintip ke luar rumah melalui jendela basement.

Waterproofing Untuk Basement
Selama waterproofing ruang bawah tanah, arsitek atau insinyur struktur, atau pihak lain seperti kontraktor atau subkontraktor khusus, dapat melakukan sejumlah tugas yang berkaitan dengan mencapai kedap air ruang bawah tanah. Umumnya, sistem waterproofing harus dirancang untuk menahan aliran air dan kelembaban ke permukaan internal.
Akibatnya, perlu untuk secara eksplisit mengidentifikasi peran masing-masing anggota tim desain sehubungan dengan tantangan ini sejak awal, serta memberi tahu klien. Persyaratan untuk seorang insinyur tetap pada proyek-proyek besar harus dieksplorasi dengan klien.

Perencanaan Waterproofing Basement
Langkah pertama dalam merencanakan program waterproofing basement adalah memastikan bahwa membran atau penghalang kedap air lainnya dinaikkan ke ketinggian yang sesuai. Data lubang bore biasanya bukan indikator yang baik untuk tingkat air tanah yang sebenarnya terjadi di sekitar dinding ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah, misalnya, dapat dibangun di lereng miring untuk bertindak sebagai penghalang rembesan air tanah di atas properti.
Pada sisi struktur yang menanjak, hal ini akan mengakibatkan kenaikan muka air tanah. Boring di situs tanah liat hanya dapat mengungkapkan rembesan air sporadis di kedalaman. Air dapat berkumpul di ruang timbunan yang mengelilingi dinding setelah ruang bawah tanah selesai dibangun, terutama jika timbunan tersebut ditempatkan dalam keadaan longgar. Kompartemen dapat beroperasi sebagai tempat penampungan air permukaan yang terkumpul di sekitar dinding dan naik ke dekat permukaan tanah.

Spesifikasi Waterproofing pada Basement
Umumnya, waterproofing ruang bawah tanah harus mencapai 150mm di atas permukaan tanah eksternal dan terhubung dengan peredam lembab di suprastruktur. Hal ini biasanya dilakukan dengan menghubungkan continuous cavity tray ke sistem kedap air di bawah tanah. Hubungan antara sistem kedap air di bawah tanah dan di atas tanah harus dihubungkan dan dibangun dengan bahan yang tepat.
Saat waterproofing dihubungkan ke struktur di atas tanah melalui cavity tray, bahan harus mampu:
a. menahan tekan untuk membentuk segel kedap air
b. menanggung beban.

Umumnya, pekerjaan konstruksi yang berisiko terkena air tanah dan umumnya membutuhkan waterproofing antara lain:
  • ruang bawah tanah
  • semi-basement
  • area parkir bawah tanah
  • tangki air bawah tanah dan kolam renang
  • lubang angkat
  • gudang bawah tanah
  • ruang penyimpanan atau tanaman
  • saluran layanan, atau serupa, yang terhubung ke struktur di bawah tanah
  • pelat lantai bertingkat di mana tanah yang ditahan lebih besar dari 150mm.
Elemen yang membentuk struktur kedap air di bawah tanah termasuk: pondasi, dinding dan lantai, harus cukup menahan gerakan dan cocok untuk tujuan yang dimaksudkan. Masalah yang harus diperhitungkan meliputi:
  • kondisi situs
  • jenis tanah
  • tinggi muka air tanah
  • desain struktural
  • pondasi bangunan tetangga
  • daya tahan
  • pergerakan
  • koordinasi desain.
Aturan Praktis untuk Desain Struktural Ruang Bawah Tanah Tahan Air
a. Ketebalan minimum
Ketebalan minimum dinding dan pelat yang disukai: 300mm. Di mana lebih tebal pertimbangkan zona permukaan 200mm setiap permukaan untuk penguatan untuk mengontrol susut / retak termal

b. Tulangan
Biasanya untuk dinding tahan air:
T16 @ 200 c/c di kedua sisi dan di kedua arah, atau
T12 @ 150 c/c di kedua sisi dan di kedua arah

c. Cover Beton Standar
Asumsi beton grade 35 (mutu minimal). Letakkan tulangan horizontal terjauh dari muka tanah
FaceCover Beton (mm)
Sisi menempel tanah dalam konsisi tertutup        50
Dinding Sisi menempel tanah 75
Dinding Sisi yang tidak menyentuh tanah40
Lantai bagian bawah yang menempel tanah75
Internal faces>25 atau diameter besi

d. Waterstop / waterbars
  • Disyaratkan oleh BS 8102 untuk ruang bawah tanah kelas 1 menggunakan desain beton hingga BS 8110
  • Berikan "kenyamanan" ekstra pada sambungan konstruksi, jika tidak, pelaksanaan akan susah
  • Gunakan waterstop eksternal untuk basement (direkomendasikan)
  • Dapat menggunakan centerstop pada konstruksi vertikal jika perlu (misalnya kolam renang), harus ditopang/dipertahankan dengan hati-hati.

Comments

Popular posts from this blog

Metode Hydraulic Static Pile Driver (HSPD)

Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) adalah suatu sistem pemancangan pondasi tiang yang dilakukan dengan Cara menekan tiang pancang masuk ke dalam tanah denganmenggunakan dongkrak hidraulis yang diberi beban berupa counterweight. Pada proses pemancangan tiang dengan menggunakan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran serta Gaya tekan dongkrak hidraulis langsung dapat dibaca melalui sebuah manometer sehingga besarnya Gaya tekan tiang setiap mencapai kedalaman tertentu dapat diketahui. Kapasitas alat pemancangan HSPD ini ada bermacam tipe yaitu 120 Ton, 320 Ton, 450 Ton, pemilihan alat disesuaikan dengan desain load / beban rencana tiang pancang. Untuk menghindari terjadinya penyimpangan prosedur kerja yang tak terkendali, maka prosedur kerja harus diikuti secara cermat. Oleh karena itu, segala perubahan atau penyesuaian yang dilakukan sebagai antisipasi atas kondisi lapangan hanya boleh dilaksanakan atas petunjuk dari site manager dan dengan persetuj

Pondasi Jalur atau Memanjang (Strip Foundations)

Pondasi jalur/ pondasi memanjang (kadang disebut juga pondasi menerus) adalah jenis pondasi yang digunakan untuk mendukung beban memanjang atau beban garis, baik untuk mendukung beban dinding atau beban kolom   dimana penempatan kolom   dalam jarak yang dekat dan fungsional kolom tidak terlalu mendukung beban berat sehingga pondasi tapak tidak terlalu dibutuhkan. Pondasi jalur/ pondasi memanjang biasanya dapat dibuat dalam bentuk memanjang dengan potongan persegi ataupun trapesium. Bisanya digunakan untuk pondasi dinding maupun kolom praktis. Bahan untuk pondasi ini dapat menggunakan pasangan patu pecah, batu kali, cor beton tanpa tulangan dan dapat juga menggunakan pasangan batu bata dengan catatan tidak mendukung beban struktural. Pondasi Jalur atau Pondasi Memanjang Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya. Kebutuhan bahan baku untuk pondasi in

Pondasi Tiang Pancang dengan Drop Hammer

Dalam pembangunan sebuah gedung, pondasi adalah salah satu bagian terpenting untuk  menopang bangunan di atas tanah. Untuk pemasangan pondasi pada bangunan sederhana tidak memerlukan alat bantu, tetapi untuk pemasangan pondasi pada bangunan pencakar langit yang biasanya menggunakan pondasi tiang pancang maka diperlukan alat bantu. Alat bantu tersebut berupa alat pemukul yang dapat berupa pemukul (hammer) mesin uap, pemukul getar, atau pemukul yang hanya dijatuhkan. Alat pemukul yang berupa pemukul yang hanya dijatuhkan disebut dengan drop hammer atau pemukul jatuh. Drop hammer merupakan pemukul jatuh yang terdiri dari balok pemberat yang dijatuhkan dari atas. Cara kerja drop hammer adalah penumbuk (hammer) ditarik ke atas dengan kabel dan kerekan sampai mencapai tinggi jatuh tertentu, kemudian penumbuk (hammer) tersebut jatuh bebas menimpa kepala tiang pancang . Untuk menghindari kerusakan pada tiang pancang maka pada kepala tiang dipasang topi/ cap (shock absorber), cap ini biasanya

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Tulangan Struktur

Secara umum, pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur. Pekerjaan ini memegang peranan penting dari aspek kualitas pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan penting dalam kekuatan struktur gedung. Berikut adalah metode pelaksanaan pekerjaan pembesian mulai dari tahap penyimpanan hingga pemasangan tulangan. Pengadaan Material Baja Tulangan Material yang digunakan untuk pekerjaan pembesian gedung pada umumnya adalah baja tulangan ulir. Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan. Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk, dan tes tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap beberapa ton baja ntuk masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter. Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai,

Rasio Beton dan Besi

Rasio Beton (n) adalah sebagai berikut: - Plat 0,12 - Kolom 0,07 - 0,08 - Balok 0,1 - Total 0,3 - Konstruksi Khusus 0,4 Beton (m3) = Luas (m2)* n (m) Rasio Besi (m) adalah sebagai berikut: - Kolom 150 - 200 kg/m3 - Balok 100 - 150 kg/m3 - Pelat = 80 - 100 kg/m3 - Pilecap = 80 -120 kg/m3 - Raft = 90 - 120 kg/m3 Rasio hanya sebagai referensi, nilai tidak mutlak

Sistem Plumbing dan Sanitasi

PLAMBING : untuk air bersih SANITASI : untuk pembuangan (cair dan padat) PLAMBING : penyediaan air bersih yang dikehendaki dengan tekanan dan debit yang cukup SANITASI : membuang atau pengeluaran air kotor dari tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian lainnya. PERALATAN SANITER : SHAFT : lubang di lantai yang digunakan untuk saluran - saluran vertikal LAVATORI : wastafel URINAL : pembuangan air kencing pria BIDET : pembuangan air kencing wanita FLOOR DRAIN : pembuangan air di kamar mandi PIPA AIR BERSIH harus diisi penuh dengan air. PIPA SANITASI digunakan hanya separuh dari pipa. JENIS DAN PERALATAN PLAMBING : 1. Peralatan Air Minum 2. Peralatan Air Panas 3. Peralatan Pembuangan dan Vent 4. Peralatan Saniter ( Plumbing Fixture) : Peralatan Pemadam Kebakaran Peralatan Pengolahan Air Kotor Peralatan Penyediaan Gas Peralatan Dapur Besar Peralatan Pencucian (laundry) Peralatan Air Pendingin (CHILER) dan berbagai pipa i

Penentuan Berat Hammer untuk Tiang Pancang

Lanjutan dari Pondasi Tiang Pancang dengan Drop Hammer Hal yang perlu diperhatikan untuk penentuan berat Hammer: 1) Untuk tiang pancang beton precast yang berat ke dalam lapisan tanah yang padat seperti pada stiff clay, compact gravel dan sebagainya maka akan sesuai bila dipilih alat pancang yang mempunyai : - Berat penumbuk (hammer) yang besar. - Tinggi jatuh pendek. - Kecepatan hammer yang rendah pada saat hammer menimpa tiang pancang. Type alat pancang yang sesuai dengan pekerjaan ini adalah type Single – Acting Hammer. Dengan keadaan alat pancang tersebut akan diperoleh lebih banyak energi yang disalurkan pada penurunan tiang pancang dan mengurangi kerusakan-kerusakan pada kepala tiang pancang akibat pemancangan.  2) Untuk tiang pancang yang ringan atau tiang pipa dan baja yang berbentuk pipa tipis sering terjadi pipa tersebut rusak sebelum mencapai kedalaman yang direncankan sehingga pada tanah padat akan sesuai bila dipergunakan alat pancang yang mempun