Curriculum vitae (CV) adalah salah satu persyaratan yang kamu
perlukan ketika ingin melamar pekerjaan. Biasanya, dalam CV tercantum
data dirimu, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, hingga keahlian yang
kamu miliki.
Nah, bagaimana caranya membuat CV yang baik sekaligus menjual?
Corporate Sales Manager Jobstreet.Com Etika Santi menjelaskan, jika kamu
adalah seorang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, ada
baiknya kamu menonjolkan kekuatan dan potensimu.
"Misalnya kita ingin melamar ke perusahaan komunikasi, kemampuan
komunikasilah yang perlu kita tonjolkan dalam CV kita. Jika ada
pengalaman magang dalam bidang komunikasi, bisa juga kita masukkan,"
kata Tika baru-baru ini.
Tika menjabarkan, biodata pribadi memang data primer dalam sebuah CV. Tetapi, pihak perusahaan (headhunter) akan lebih fokus pada data pendukung seperti riwayat pendidikan dan pengalaman kerja atau magang.
"Mereka akan mencari kandidat paling sesuai. Jadi, pastikan kamu
memasukkan kualifikasi spesifik yang diinginkan headhunter jika kamu
memilikinya," imbuhnya.
CV yang baik tidaklah selalu yang komplit hingga berlembar-lembar. Menurut Tika, CV dua halaman cukup untuk kita yang masih fresh graduate.
Jika kita memang sudah berpengalaman kerja bertahun-tahun dan ingin
mencoba peruntungan di perusahaan lain, kita bisa juga membuat CV sesuai
kebutuhan. Ibaratnya pakaian tailor made, kita juga menyesuaikan isi CV sesuai kebutuhan kita dalam proses mencari kerja.
Ketika menerapkan prinsip 'tailor made' ini, pastikan kita mengetahui
jenis pekerjaan yang akan kita lamar, status kontrak kerjanya,
permintaan keahlian khusus, dan sebagainya.
"CV yang menjual menjual adalah yang menonjolkan kualitas yang dicari headhunter," Tika menandaskan.
|
Comments
Post a Comment